5 Cara Aman Membuat Susu Formula untuk Bayi

15 March 2021

Bagi pasangan yang baru dikarunia seorang buah hati, pemberian air susu memang seringkali jadi perdebatan. Umumnya, bayi sejak lahir hingga berusia 7 bulan mesti diberikan ASI eksklusif. Namun, terkadang dalam kondisi tertentu pemberian ASI tidak memungkinkan sehingga harus digantikan dengan susu formula. Oleh karena itu, penting bagi orang tua mengetahui cara membuat susu formula yang benar agar si kecil tetap aman dan sehat.

Seperti diketahui, susu formula rentan terkontaminasi oleh bakteri yang dapat membahayakan kesehatan tubuh bayi. Hal ini biasanya disebabkan kurangnya orang tua memperhatikan saat proses pembuatan atau penyeduhan. Alhasil, bila tidak mengetahui proses pembuatan susu formula yang benar, maka bakteri tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit pada bayi. Nah #happypeople berikut ini ada tips membuat susu formula bagi bayi yang tepat agar si kecil tetap sehat dan kuat.

  1. Bersihkan Tangan

Sebelum membuat susu formula, orang tua wajib membersihkan tangan lebih dulu. Tangan rentan membawa bakteri ikut tercampur ke dalam susu. Oleh karena itu, bersihkan tangan dengan sabun dan air yang mengalir. 

  1. Bersihkan Botol Susu

Memastikan kebersihan botol susu adalah hal utama untuk menjamin susu formula aman dikonsumsi si bayi. Botol susu yang kurang bersih tentunya sangat mungkin didiami oleh banyak bakteri didalamnya. Apalagi, jika botol susu tampak kusam bahkan penuh jamur dan berdebu, maka harus dibersihkan keseluruhan.

Cara membersihkan botol susu cukup mudah. Siapkan sabun atau air panas serta sikat botol. Setelah itu, siram dan gosok seluruh bagian dalam dan luar botol sampai tak ada busa dan kotoran tertinggal. Tidak lupa, cuci juga peralatan lain seperti sendok atau gelas. Bila sudah selesai, bilas semua dengan air yang mengalir. BIarkan botol dan semua peralatan lain kering sendiri atau dikeringkan dengan lap bersih sampai mengkilap.

  1. Cek Tanggal Kadaluarsa Susu

Sebelum ke proses penyeduhan, ada baiknya mengecek tanggal kadaluarsa pada kemasan susu. Hal ini demi keamanan saat diminum bayi. Susu yang kadaluarsa tentunya sangat berbahaya diminum karena bisa menyebabkan penyakit bahkan kematian.

  1. Buat Air Panas

Proses membuat susu formula berikutnya adalah menyiapkan air panas. Di sini, air panas sangat penting karena menjadi faktor pembunuh bakteri. Menurut beberapa penelitian, suhu air yang kurang panas saat dipakai menyeduh susu formula dapat menyebabkan bakteri tetap hidup dan berkembang biak. Hal ini bisa berujung pada timbulnya penyakit serta mempengaruhi gizi pada bayi. Oleh karenanya, rebus air dengan menggunakan peralatan dapur seperti panci dengan waktu kematangan yang cepat.

Produk panci dari nagakomodo.co.id bisa jadi pilihan karena memiliki kualitas yang tinggi dan telah ber-SNI. Naga Komodo memberikan berbagai pilihan peralatan dapur dengan bahan material stainless terbaik yang aman digunakan untuk keluarga di rumah.

  1. Seduh Susu

Setelah semua dipersiapkan, maka selanjutnya adalah proses penyeduhan susu formula. Gunakan air panas dengan suhu yang tidak kurang dari 70 derajat celcius untuk menyeduh susu. Hindari mencampur air panas dengan air dingin. Setelah itu, aduk rata atau dikocok sampai bubuk susu larut sempurna.

Sebelum diberikan kepada bayi, pastikan juga dengan baik kekentalan susu. Jangan berikan bayi, susu yang hambar atau terlalu banyak air. Selain itu, pastikan pula suhu susu formula sudah turun. Kamu bisa coba meneteskan air susu ke kulit untuk merasakan apakah masih panas atau sudah dingin.

Bila semua sudah dicek dan aman, maka susu sudah bisa diberikan pada bayi. Namun perlu diingat jangan memberikan susu formula lebih dari waktu 24 jam. Jika susu yang diminum tidak habis setelah lebih dari 2 jam, sebaiknya buang susu formula tersebut.

Artikel Terkait Lainnya

a3f77edf129cde94f4d4bf5948c331c9_9b9be397ff8cd438fedf4fb9966f9e26

5 Tips Potong Bawang Tanpa Menangis pakai Pisau Stainless

29 October 2026

Pernah nggak sih, kamu baru pegang bawang, eh mata udah mulai panas sebelum sempat dipotong? Atau ti

Lihat Selanjutnya
07d416015ef33c91be3ebd60c7e75036_f05d75aecb0cdf593329b436bf02b7f9

5 Cara Mencegah Lalat Hinggap di Makanan Setelah Dimasak

24 October 2026

Bayangkan masakan yang baru saja matang, aromanya begitu menggoda. Namun, saat kamu meninggalkannya

Lihat Selanjutnya
a961f3eba157250dc7c2225a3156af2b_22551e1bd726c5663451473a789fcc58

Oil Pot Stainless vs Plastik: Mana Lebih Aman untuk Minyak?

16 October 2026

Baru saja selesai menggoreng, minyak masih panas, dan kamu mungkin bertanya-tanya: apakah aman untuk

Lihat Selanjutnya
fb0a055c12ad223955d3ea00e3922988_1dc4def153b98d6ed6dad53db77f6641

5 Trik Anti Muncrat Saat Menggoreng dengan Wajan Stainless Steel

25 September 2026

Menggoreng seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan dan praktis, bukan malah bikin kita cemas

Lihat Selanjutnya
cb01a165bb98f787332e5b380ea5bf24_5612f103e63ba47460d066e9d280fdcc

Kode SNI dan ISO di Alat Masak Stainless: Apa Bedanya dan Kenapa Penting untuk Bisnis Anda?

23 September 2026

Bagi para pelaku bisnis F&B, mulai dari pemilik restoran, catering, hotel, hingga distributor pe

Lihat Selanjutnya